Berdamai Dengan Kesalahan
MASA LALU
Tak ada manusia yang sempurna. Manusia tempatnya salah dan khilaf. Pamer itu amat dekat dengan kita. Orang tua dan para guru kita sering memberi petuah, "Kesalahan adalah guru terbaik, kita belajar dari kesalahan, " Namun pada praktiknya kita kerap mendapatkan hukuman jika melakukan kesalahan. Walhasil kita menjadi takut untuk melakukan sesuatu.
Kesalahan masa lalu terkadang sangat menghantui. Seakan selalu salah dan salah.Bagi seorang sulastri seorang karyawan pabrik yang kesehariannya bekerja. Lastri kusebut namanya.
" Untuk apa kau disini, pergilah itu yang kau inginkan. Kau anak yang tak pernah diuntung, membuat sial." Perkataan ibunya sungguh menyakiti hati Lastri . Selama ini ia selalu berusaha menjadi anak yang selalu menuruti keinganan ibunya. Namun tak pernah cukup un tuk menjadi anak yang selalu di banggakan.
Hari itu perkenalannya dengan Idris memutuskan dia untuk mengakhiri masa lajangnya. Ia menikah
" lastri, apakah kau bersedia menikah denganku? tanya Idris pada Lastri.
Ia tahu betul belum ada rasa cinta antara mereka namun lasri selalu menghormati Idris sebagai suaminya.
Malam itu Idris berjanji akan datang untuk bertunangan dengannya.
" Lastri, mana Idris jadi tunangan apa tidak? sudah jam segini. Sudah larut malam.! Tanyalah budhe Lastri
Dalam hati Lastri bergejolak ia berharap semoga acara berjalan lancar.
Malam itu Idris datang bersama kakak dan saudaranya, prosesi demi prosesi berjalan dengan sangat baik. Hari demi hari bulan demi bulan lastri akhirnya menikah dengan Idris.
Di hari itu, perlakuan ibu lastri tidak pernah berubah, bahkan setelah menikah, ibunya semakin menjadi - jadi. Hal yang tak pernah diharapkan oleh Lastri anak pertama dari 3 bersaudara.
Komentar
Posting Komentar